Peranan Sekolah Berasrama (Boarding School) dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun potensi kompetensi peserta didik. Konsep pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan datang.
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada saat ini mempengaruhi cara pandang masyarakat dan orang tua siswa  dalam memberikan aprisiasi terhadap proses yang dijalankan oleh lembaga pendidikan secara cepat dan akurat, sejak dari sistem, layanan, metode pembelajaran serta dampak hiden kurikulum yang muncul dalam perilaku siswa. 
Berbagai layanan pendidikan dan motede pendekatan yang efektif,  secara terencana dan terus-menerus diusahakan  oleh para guru, pembina dan seluruh element yang terlibat dalam peroses pendidikan dan pengajaran, agar menghasilkan output siswa yang berprestasi sesuai dengan visi lembaga yang dicanangkan.
Sekolah berasrama (boarding school) sebagai salah satu lembaga pendidikan telah memberikan alternatif pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya. Seiring dengan pesatnya modernitas, dimana orang tua tidak hanya suami yang bekerja tapi juga istri bekerja sehingga anak tidak lagi terkontrol dengan baik maka sekolah berasrama (boarding school) adalah tempat terbaik untuk menitipkan anak-anak mereka agar kebutuhan makanan, kesehatan, keamanan, social dan tentunya pendidikan dapat tetap terpenuhi. Permasalahan- permasalahan sosial yang sekarang ini terjadi di  kehidupan masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran pelajar, pengaruh media, dan lain lain ikut mendorong banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah berasrama (boarding school). Namun juga tidak dipungkiri ada juga faktor lain yang melatarbelakangi orang tua memilih sekolah berasrama (boarding school) sebagai tempat pendidikan anak antara lain antara lain keluarga yang tidak harmonis, suami menikah lagi,  atau yang lebih ekstrim karena sudah tidak mau mendidik anaknya di rumah.
Perkembangan sekolah berasrama (boarding school)  sebagai lembaga pendidikan di Indonesia sudah cukup lama diawali dengan berdirinya pondok pesantren,  dimana di dalam lembaga ini diajarkan ilmu- ilmu keagamaan secara intensif, sehingga nantinya mampu menghasilkan kader- kader dakwah yang akan bergerak di  masyarakat.  Saat ini di Indonesia terdapat ribuan pondok pesantren dengan berbagai bentuk dan pola pembelajaran dari yang tradisional hingga modern atau yang biasa kita kenal dengan pondok pesantren modern. Lembaga pendidikan pondok pesantren di Indonesia telah melahirkan banyak alumni yang tersebar dalam berbagai bidang tidak hanya dalam bidang keagamaan.
Perkembangan sekolah berasrama (boarding school)  saat ini tidak hanya sebatas dalam bentuk pondok pesantren atau berbasis agama Islam saja, namun juga sudah memulai memadukan unsur lain, seperti pendidikan umum dan pendidikan kedisiplinan. Beberapa lembaga pendidikan berbasis agama (selain Islam) yang menerapkan sekolah berasrama (boarding school)  pun mulai bermunculan. Ada juga sekolah berasrama (boarding school)  yang berbasis nasionalis, yang mencoba memindahkan pola pendidikan kedisiplinan di militer kedalam pendidikan di  sekolah berasrama (boarding school). Selain itu berkembang juga sekolah berasrama (boarding school)  yang bersifat umum, yang siswanya berasal dari berbagai kalangan.
Sekolah berasrama (boarding school) memiliki banyak keunggulan, antara lain menyediakan program pendidikan komprehensif yang menyentuh berbagai aspek perkembangan siswa didik, keberadaan fasilitas yang lengkap, keberadaan guru- guru yang berkualitas yang umumnya tidak hanya berfungsi sebagai pengajar di kelas, lingkungan yang kondusif untuk siswa didik, keberadaan siswa yang heterogen dan jaminan keamanan dan kualitas.
Latar belakang siswa yang berasal dari berbagai daerah dengan kodisi sosial budaya, tingkat kecerdasan, kemampuan akademik  yang sangat beragam berkontribusi bagi siswa untuk membangun wawasan nasional dan juga siswa terbiasa berinteraksi dengan teman-temannya yang berbeda sehingga sangat baik bagi anak untuk lebih menghargai perbedaan.
Kehidupan di sekolah berasrama (boarding school) dikenal dengan kepatuhan dan kemandirian siswanya yang dapat tercermin dari kemampuan siswa untuk mandiri tidak hanya secara emosi melainkan juga melainkan juga tingkah laku dan nilai dalam membangun pandangan hidup.  Sekolah berasrama (boarding school) mengajarkan siswa untuk memiliki disiplin dan kesadaran diri dalam melakukan kegiatan apa pun, sehingga nantinya mereka dapat memahami manfaat dari apa yang telah mereka lakukan.
Kemandirian di sekolah berasrama (boarding school) meliputi kemandirian dari segi pribadi dan kemandirian dari segi sosial, bergaul dengan teman- temannya secara baik dengan tidak membeda- bedakan antara teman satu dengan teman yang lain, selalu berpikir positif tidak terlalu berburuk sangka, saling bekerja sama dan tolong menolong dalam kebaikan. Selain itu juga terlihat dari aturan- aturan yang  dibuat untuk menunjang terciptanya kepatuhan dan kemandirian siswa dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari, walaupun tetap saja semua itu kembali kepada kepribadian masing-masing siswa dan kecerdasan emosi yang dimilikinya. 
Budaya disiplin dan mandiri ini juga diharapkan mampu menimbulkan jiwa kepemimpinan siswa.  Jiwa kepemimpinan dan kemandirian sangat penting bagi siswa, sebab siswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin umat di masa yang akan datang, pemimpin yang mampu mengatur hidupnya dengan ilmu yang dimiliki dengan penuh tanggung jawab serta penuh dedikasi tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
Keterampilan memimpin tidak bisa diperoleh dengan hanya membaca buku tentang kepemimpinan. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan selalu mengandung tanggung jawab dan kepemimpinan. Pembelajaran kepemimpinan dan kemandirian di sekolah berasrama (boarding school)  melekat dalam kegiatan- kegiatan siswa, diantaranya dalam kegiatan ekstrakulikuler dan organisasi siswa. Sistem pembelajaran selama 24 jam di sekolah berasrama (boarding school) dengan lingkungan yang unik dan memberikan dorongan kepada siswa untuk tidak hanya aktif di kelas saja, tetapi juga aktif di luar kelas dengan berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun kegiatan lain. Hal ini diharapkan memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar kepemimpinan.

1 komentar:

Ghassan Syaqiq Al- Balkh mengatakan...

Aku copy paste ya bang, bagus isinya dan maknanya persis banget kaya aku.

Jangan-jangan abang buatin buat aku ya?

Check ya Ghas-san.com!